Cara Jitu Membasmi Ulat Api Pada Kebun Sawit Di Bagansiapiapi

Cara Jitu Membasmi Ulat Api Pada Kebun Sawit Di Bagansiapiapi

Cara Jitu Membasmi Ulat Api Pada Kebun Sawit Di Bagansiapiapi
Tanaman Kelapa Sawit Yang Terserang Hama Ulat Api
Kelapa sawit merupakan penghasil minyak dunia dan potensi bisnis budidaya perkebunan kelapa sawit sangatlah luar biasa menjanjikan. Untuk mendongkrak produksi buah kelapa sawit kualitas bibit kelapa sawit, Cara budidaya kelapa sawit, Cara pemeliharaan agar buah kelapa sawit besar dan lebat, memilih jenis pupuk untuk kelapa sawit, penanganan atau pengendalian hama penyakit salah satunya adalah hama ulat api, itulah faktor – faktor penentu berhasil atau tidaknya dalam budidaya kelapa sawit.
Berdasarkan beberapa literatur dan hasil penelitian ternyata ada 3 (tiga) faktor utama yang mempengaruhi produksi tanaman kelapa sawit, yaitu:
  1. Ketersediaan dan keseimbangan unsur.
  2. Faktor ketersediaan air. Tahun lalu terjadi defisit air di beberapa wilayah perkebunan kelapa sawit dan tercatat berpengaruh terhadap penurunan produksi rata-rata mencapai 37%.
  3. Faktor serangan hama dan penyakit. Terutama hama Ulat Api, tentunya hal ini menjadi kabar buruk bagi para petani juga pengusaha kelapa sawit di Indonesia.

 


 

Ulat api merupakan jenis ulat pemakan daun kelapa sawit yang paling sering menimbulkan kerugian di perkebunan kelapa sawit. Jenis-jenis ulat api yang paling banyak ditemukan adalah Setothosea asigna, Setora nitens, Darna trima, Darna  diducta dan Darna bradleyi. Jenis yang jarang ditemukan adalah Thosea vestusa, Thosea bisura, Susica pallida dan Birthamula chara (Norman dan Basri, 1992). Jenis ulat api yang paling merusak di Indonesia akhir-akhir ini adalah S. asigna, S. nitens dan D. trima.

Cara Jitu Membasmi Ulat Api Pada Kebun Sawit Di Bagansiapiapi
Hama Ulat Api
Cara Jitu Membasmi Ulat Api Pada Kebun Sawit Di Bagansiapiapi

Kerusakan Akibat Serangan Hama Ulat Api

Eksplosi hama Ulat Api telah dilaporkan pertama pada tahun 1976. Di Malaysia,  antara tahun  1981 dan 1990, terdapat 49 kali eksplosi hama Ulat Api, sehingga rata-rata 5 kali setahun (Norman dan Basri, 1992). Semua stadia tanaman rentan terhadap serangan Ulat Api seperti halnya ulat kantong.
Serangan hama Ulat Api di tahun pertama dapat mengurangi produksi kelapa sawit hingga 25%, dampak serangan Ulat Api di tahun kedua dapat mengurangi produksi hingga 50%, dan jika di abaikan sampai tahun ketiga penurunan produksi mencapai angka 75%, atau bahkan gagal panen. Hal ini harus mendapat perhatian khusus, terlebih untuk pencegahan dan penanganannya.
Penurunan produksi hingga 50% saja untuk luas lahan perkebunan 1000 Ha, dengan umur tanaman produktif, dapat berdampak kerugian mencapai 24Milyar, dapat di kalkulasikan jika serangan hama Ulat Api dibiarkan dari tahun ke tahun, dan tidak terbayang jika penurunan produksi akibat serangan hama Ulat Apimencapai 75%.
Cara Jitu Membasmi Ulat Api Pada Kebun Sawit Di Bagansiapiapi

Penanganan / Pengendalian Hama Ulat Api

Hama Ulat Api 100% mati dalam waktu singkat jika sudah terinfeksi BVR, Natural BVR efektif menanggulangi hama Ulat Api dalam tempo 4hari.
Cara Penggunaan Natural BVR
Semprotkan Natural BVR ke seluruh bagian daun terutama bagian bawah daun dengan dosis 25 – 30 gram per tangki ukuran 15/17 liter air.
Catatan: Penyemprotan Natural BVR tidak boleh dicampur Aero 810 (perekat, perata, pembasah).
Cara Jitu Membasmi Ulat Api Pada Kebun Sawit Di Bagansiapiapi
Kantor pusat PT Natural Nusantara (NASA)
Konsultasi dan pemesanan hubungi kami
Distributor resmi PT Natural Nusantara
ROCHADI
Hp: 081 222 41 053
 
Siap bekerjasama
Menerima kerjasama / Tender pengadaan pestisida organik nasa.